Jembatan Barelang Penghubung Pulau-Pulau di Kepulauan Riau

Please log in or register to like posts.
News

Jembatan Fisabilillah adalah nama resmi dari Jembatan Barelang (Barelang Bridge). Jembatan ini menghubungkan pulau-pulau di Provinsi Kepulauan Riau. Jembatan Barelang merupakan sebutan yang diberikan oleh masyarakat. Sebutan tersebut mengacu pada singkatan dari Batam, Rempang, dan Galang, tiga dari enam pulau yang terhubung via jembatan ini. Adapun pulau-pulau yang terhubung oleh jembatan ini adalah Pulau Batam, Pulau Rempang, Pulau Galang, Pulau Galang Baru, Pulau Tonton, dan Pulau Nipah. Jembatan ini telah terkenal sebagai salah satu pemberhentian wisata Pulau Batam pada khususnya dan Kepuluan Riau pada umumnya.

Jembatan Barelang dibangun pada tahun 1992. Dibutuhkan waktu enam tahun untuk menyelesaikan proyek ini. Adapun pemrakarsa pembangunan jembatan ini adalah B. J. Habibie yang kala itu menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi. Sebanyak Rp400 miliar digelontorkan untuk membangun jembatan ikonik ini.

Karena diprakarsai oleh Habibie, warga setempat juga menyebut jembatan ini sebagai “Jembatan Habibie”. Tujuan jembatan ini dibuat, selain untuk mempermudah transportasi, adalah untuk mengembangkan Kepulauan Riau menjadi wilayah industri.

Saat ini, Jembatan Barelang telah menjadi ikon Kota Batam, bahkan telah populer sebagai tengara (landmark) Pulau Batam. Kedudukan Jembatan Barelang sebagai ikon mungkin bisa disetarakan dengan kedudukan Monumen Nasional (Monas) sebagai ikon Kota Jakarta.

Jembatan Balerang terdiri dari enam buat jembatan yang menghubungkan tiga pulau besar dan tiga pulau kecil di Kepulauan Riau. Total panjang jembatan adalah 2.264 meter. Tiap-tiap jembatan mempunyai nama yang diambil dari nama-nama raja yang berkuasa di zaman Kerajaan Melayu Riau (abad ke-15 hingga 18 Masehi).

Berikut keterangan tiap-tiap Jembatan Barelang:

  1. Jembatan I : Jembatan Tengku Fisabilillah

Jembatan Tengku Fisabilillah merupakan jembatan terbesar jika dibandingkan dengan lima jembatan lainnya. Jembatan ini menghubungkan Pulau Batam dengan Pulau Tonton. Secara fisik, jembatan ini mirip dengan Golden Gate di San Fransisco, Amerika Serikat. Ukuran jembatan ini 642 x 350 x 38 meter. Tipe jembatan adalah Cable Stayed. Gunakan jasa sewa mobil batam untuk mengunjungi wisata lainnya.

  1. Jembatan II : Jembatan Nara Singa

Jembatan Narasinga bentuknya lurus tanpa lengkungan. Fungsinya untuk menghubungkan Pulau Tonton dengan Pulau Nipah. Ukurannya 420 x 160 x 15 meter.

  1. Jembatan III : Jembatan Ali Haji

Jembatan Ali Haji berukuran 270 x 45 x15 meter. Fungsinya untuk menghubungkan Pulau Nipah dengan Pulau Setokok.

  1. Jembatan IV : Jembatan Sultan Zainal Abidin

Jembatan Sultan Zainal Abidin menghubungkan Pulau Setokok dengan Pulau Rempang. Ukuran jembatan ini adalah 365 x 145 x 16,5 meter.

  1. Jembatan V : Jembatan Tuanku Tambusai

Jembatan Tuanku Tambusai menghubungkan Pulau Rempang dengan Pulau Galang. Ukuran jembatan tersebut adlaah 385 x 245 x 31 meter.

  1. Jembatan VI : Jembatan Raja Kecik

Jembatan Raja Kecik menghubungkan Pulau Galang dengan Pulau Galang Baru. Ukurannya 180 x 45 x9,5 meter. Jembatan ini memiliki nilai sejarah. Salah satu pulau yang dihubungkannya, Pulau Galang, pernah menjadi tempat penampungan pengungsi dari Vietnam pada tahun 1975-1996. Tempat pengungsian tersebut berada di Desa Sijantung, Kecamatan Galang. Barang-barang peninggalan para pengungsi masih dapat ditemukan di tempat tersebut. Tak perlu kawatir jika membutuhkan transportasi sewa mobil. anda bisa menghubungi Docar sewa mobil online.